Selasa, 01 November 2016

Sejarah Kaos Gildan, Kaos Polos yang Fenomenal



Sejarah kaos Gildan. Merek kaos oblong yang fenomenal ini kerap menjadi perbincangan pada 3 tahun terakhir. Besarnya demand pasar akan kaos oblong yang konon terjamin kontrol kualitasnya ini membuat banyak pemasok t-shirt oblong baru bermunculan dan berlomba-lomba. Apalagi saat Gildan mulai secara resmi merekrut distributor resminya di Indonesia.

Sebagai produsen t-shirt polos dengan kandungan katun alami murni, Kaos Polos Gildan mampu menunjukkan eksistensinya hingga saat ini. Dengan berbagai varian yang disuguhkan, Gildan mampu menjadi "pemenang" dan mengalahkan produsen t-shirt oblong pribumi.

Kini tak jarang dari kita yang bertanya-tanya, bagaimana sih sebenarnya awal mula kehebatan Gildan, sehingga bisa begitu fenomenal dan mendunia? Berikut ini adalah kisah bagaimana Merk Gildan mampu menembus pasar dunia dan menjadi pabrik terbaik produsen kaos oblong saat ini.

Awal Merintis Perusahaan

Gildan dirintis pertama kali pada tahun 1984 oleh Glenn Chamandy dan Greg Chamandy. Mereka berdua mulai mendirikan perusahaan ini dengan mengakuisisi sebuah pabrik industri pakaian di Montreal, Canada. Tadinya, tujuan utama pendirian Gildan saat itu adalah untuk menjadi pemasok kaos kepada anak perusahaannya, Harley Inc.

Mulai Fokus Pada Produk Pakaian

Pada tahun 1994 Harley Inc akhirnya resmi ditutup. Penyebabnya adalah karena Gildan ingin memfokuskan usahanya pada ekspansi bisnis dengan brand Gildan Activewear. Kemudian pada tahun 1997, Gildan membuka sebuah pabrik garmen di daerah San Pedro Sula, Honduras.

Hebatnya, pada tahun yang sama, Gildan menjadi produsen activewear grosiran pertama yang mendapatkan standar sertifikasi Internasional. Sertifikasi tersebut meliputi penilaian spesifikasi seragam standar untuk industri tekstil. Sertifikasi tersebut juga memastikan bahwa proses dan produksi akhir Gildan telah diuji mengandung jumlah zat berbahaya yang lebih rendah dari standar yang ditetapkan dunia.

Dalam aktifitas produksinya , Gildan menetapkan sistem proses produksi yang ramah lingkungan. Seperti sistem pengelolaan limbah yang diterapkan di Honduras dan Republik Dominika. Di negara tersebut, Gildan memanfaatkan manajemen limbah biologis yang dikombinasikan dengan gravitasi dan mikroorganisme.

Dengan manipulasi kimiawi berupa pemanfaatan sinar matahari, sistem produksi yang dilakukan pun bisa memperkecil kemungkinan sisa bahan kimia jahat dan pewarna limbah. Dengan demikian, ekosistem di lokasi setempat pun aman terjaga, sehingga tidak merugikan lingkungan di sekitarnya.

Menjadi Terbaik di Negeri Paman Sam

Seiring berkembangnya perusahaan, Gildan kemudian semakin memperkuat sistemnya. Dalam aktifitas usahanya, perusahaan ini menerapkan teknologi canggih dan mengkombinasikannya dengan upah yang murah sehingga memungkinkan untuk menurunkan harga jual di bawah produsen Tiongkok. Padahal tiongkok terkenal dengan harga produknya yang selalu paling murah di seantero muka bumi.

Namun di sisi lain, Gildan juga dinilai sangat peduli akan kesejahteraan pegawainya sehingga memberikan layanan kepada pekerjanya berupa fasilitas klinik kesehatan di lingkungan perusahaan. Sistem manajemen pabrik yang terintegrasi secara vertikal ini membuat kepercayaan publik semakin membaik.

Tak lama kemudian pada tahun 2001, perusahaan dengan jumlah pekerja yang mencapai 1.200 karyawan pada saat itu menyandang predikat sebagai perusahaan pemasok kaos polos nomor satu di Amerika Serikat.

Ekspansi Pabrik dan Diversifikasi Produk

Setelah menjadi nomor satu di Amerika, Gildan pun mulai melakukan ekspansi keluar benua. Pembenahan dan upgrading kapasitas pun dilakukan. Dalam kegiatan produksinya tersebut, Gildan mulai melakukan seluruh prosesnya secara mandiri. Mulai dari penjahitan, pewarnaan, pemotongan sampai proses finishing pun dilakukan di pabriknya sendiri.

Ekspansi perusahaan pun dilakukan pada tahun-tahun berikutnya. Setelah membuka pabrik di Rico Nance, Honduras, Gildan membuka cabang pabrik lagi di Nicaragua dan Republik Dominika. Sedangkan pusat distribusi yang dipilih adalah di Charleston, Carolina Selatan. Charleston dipilih karena dianggap paling strategis dan mudah diakses dimana-mana.

Beragam macam produk dengan model dan bahan baru pun disuguhkan. Diantaranya dengan meluncurkan t-shirt dengan bahan premium, heavy, ringer dan ultra. Selain itu, Gildan juga mulai memproduksi pakaian lain seperti sport shirts, tye dye, fleece dan sweater. Perusahaan ini pun menerbitkan beberapa anak merk / label pribadi, diantaranya Gold Toe, Auro, All Pro, dan Gildan.

Masuk ke Pasar Asia-Eropa dan Menjadi Raksasa

Gildan pun tumbuh semakin kuat. Pada tahun 2010, Gildan menginvestasikan sebesar US$ 15 juta dengan membeli perusahaan Shahriyar Fabric Industries Limited, Bangladesh. Bangladesh sengaja dipilih karena merupakan salah satu pengekspor tekstil terbaik di dunia. Selain itu, ekspansi di Bangladesh dilakukan sebagai salah satu kontribusi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di Asia dan Eropa.

Kemudian setahun berikutnya, Gildan membeli Gold Toe Moretz, salah satu produsen kaos kaki yang berpusat di Carolina Utara. Lalu di tahun 2012 Gildan semakin menancapkan bisnisnya dengan membeli perusahaan besar Anvil Holdings Inc. Perusahaan tersebut merupakan produsen pakaian yang telah berkiprah dalam industri pakaian selama lebih dari 130 tahun.